Besok, Ribuan Orang Demo di Timika Usir PT Freeport

Timika, Tribun-Arafura.com — Sekitar 1.000 orang yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Adat Independen (MAI) akan melakukan aksi protes dalam rangka mengusir PT Freeport di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (20/03) besok.

Koordinator Aksi ini, Damaris Onawame kepada Tribun-Arafura.com mengatakan, konsolidasi sudah dilakukan di tingkat akar rumput dan suara murni masyarakat yang menjadi korban selama PT Freeport beroperasi menghendaki PT Freeport ditutup.

“Besok seribu-an orang akan ambil bagian dalam aksi usir PT Freeport, jumlah massa bisa lebih dari seribu,” jelas Damaris kepada Tribun-Arafura.com via pesan singkat.

Kisruh PT Freeport dimulai ketika Pemerintah Indonesia meminta PT Freeport mematuhi Undang-Undang IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) yang melarang Raksasa Tambang itu mengekspor konsentrat sebelum membangun pabrik Smelter dan mendivestasikan saham sebesar 51 persen.

Sementara PT Freeport tetap bersikeras ingin terus beroperasi menggunakan patokan yang sudah disepakati dalam Kontrak Karya.

PT Freeport selanjutnya mem-PHK lebih dari 3.000 karyawan secara sepihak. Karyawan yang di-PHK ini  diduga dimobilisasi oleh PT Freeport untuk menekan Rezim Jokowi agar mematuhi keinginan sepihak PT Freeport yaitu kembali mengekspor konsentrat berdasarkan Kontrak Karya dan tidak mendivestasikan saham sebesar 51 persen.

Di tengah kisruh antara Pemerintah versus PT Freeport, muncul berbagai kelompok kepentingan yang memperjuangkan kepentingannya masing-masing dengan mengabaikan dampak buruk yang ditimbulkan PT Freeport terhadap rakyat Papua secara umum dan secara khusus masyarakat suku Amungme dan Kamoro.

Dampak buruk yang diabaikan diantaranya konflik sosial, eksploitasi berbagai jenis bahan tambang selain emas dan tembaga secara gratis, genosida melalui limbah yang dibuang melalui aliran sungai tempat komunitas Kamoro hidup.

Akhirnya pada awal Maret 2017, muncul suara murni masyarakat korban yang menghendaki PT Freeport ditutup.

“Freeport harus ditutup sebab banyak dampak buruk yang dialami selama puluhan tahun perusahaan itu beroperasi diatas tanah leluhur kami,” pungkas Damaris Onawame.

Informasi yang diperoleh media ini, Aksi Usir Freeport juga akan digelar secara serentak oleh Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI West Papua) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di 16 Kota di Indonesia yaitu Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Ternate, Bogor, Makassar, Sula, Tobelo, Tarakan, Palu, Denpasar dan Jayapura. (TA)

Iklan