FRI-WP dan AMP Bandung Mendesak PT. Freeport Indonesia Ditutup dan Memberikan Penentuan Nasib sendiri

17361745_1309663322455312_5474898896074403804_n

MAJALAHWEKO – BANDUNG – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) melakukan aksi demontran di depan Genung Merdeka, Jl. Asia Afrika Bandung jawa barat, Senin (20/3). Mereka mendesak PT. Freeport Indonesia untuk ditutup dan Memberikan penentuan Nasib sendiri solusi demokrasi bagi rakyat Bangsa West Papua.

Dalam Demontransinya terlihat Orasi saling bergantian oleh para orator yang tuntutannya bermuara pada desakan “tutup Freeport dan Penetukan Nasib sendiri solusi demokrasi bagi Bangsa Papua”.

Pelanggaran Hak Asasi Manusia “HAM” terjadi di tanah Papua paska perpanjangan kontrak karya, akibat dilakukan perpanjangan kontrak karya maka terjadilah sekian ribu pelanggaran HAM di Papua yang berbuntut menyelesaikan dan mengungkap pelaku oleh Negara Indonesia. Kata William Robert juga kordinator Lapangan dalam orasinya.

17361550_1309663412455303_3779178642785155100_n

Selain itu, Mohamad Chandra Irfan dalam orasinya menyatakan, kami sebagai Front Rakyat Indonesia untuk Papua sangat kesal dengan adanya tindakan – tindakan kekerasan yang di perlakukan oleh Aparat TNI dan Polisi terhadap masyarakat Bangsa West Papua.

Kami FRI-WP gandeng AMP datang mendesak untuk menyelesaikan segala persoalan termasuk Freeport supaya di tutup dan memberikan hak untuk menentukan Nasibnya sendiri bagi Bangsa Papua, teriakan dalam orasinya.

Terlihat mereka membentangkan spanduk yang bertulisan “Tutup Freeport dan Berikan Hak Menentukan Nasib sendiri Solusi Demokrasi Bagi Bangsa Papua”.

Pertengahan demontran ada dua orang dari FRI-WP ambil bagian di depan massa aksi dan melakukan atraksi sesuai dengan tindakan kekerasan yang diperlakukan oleh Negara melalui TNI/POLRI yang bertugas di Papua.

Atraksi kali ini mereka mempraktekan dan perlihatkan kepada publik bahwa Negara sedang di perlakukan terhadap masyarakat bangsa Papua demi kepentingan Ekonomi di Papua tanpa memedulikan rakyat Papua juga adalah milik tanah Papua dan hak ulayat daerah pertambangan.

Negara indonesia dan negara – negara kapitalis lebih mementingkan sumber daya alam Papua akhirnya masyarakat Papua menjadi korban di segala aspek. Solusi yang tepat adalah “Tutup Freeport dan Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Solusi Demokrasi Bagi Bangsa Papua”. Jelas William Robert. (MT)

Iklan