Dianiaya Enam Anggota Polri, Edison Hesegem Meninggal Dunia

Tribun-Arafura.com, Wamena — Seorang pemuda asli Papua di Wamena bernama Edison Hesegem dilaporkan meninggal dunia karena dianiaya oleh 6 (enam) orang Anggota Polisi dari Polres Jayawijaya. Aktivis HAM Papua Theo Hesegem menulis di akun Facebook-nya, bahwa Edison dianiaya dan meninggal dunia di RSUD Wamena pada tanggal 11 Januari 2017.

“Korban dipukul dengan menggunakan POPOR SENJATA hingga otak bagian kecil hancur dan bocor karena dipukul bertubi-tubi di tempat yang sama, karena pukulan yang dialaminya saudara Edison ia sudah tidak berdaya lagi hingga menghembuskan napas terakhir di UGD Rumah Sakit Umum Wamena,” tulis Theo Hesegem di akun Facebook-nya, Rabu (25/01).

Tiga dari enam Polisi pelaku pembunuhan yang berhasil diidentifikasi adalah Brigpol Zainal, Bripda Arifdita Jatikusuma dan Bripda Danu Paraseno. Brigpol Zainal merupakan Komandan regu atau Danru. Ketiga pelaku pembunuhan ini, menurut Theo Hesegem, sedang ditahan di Polda Papua, Jayapura dan akan menghadapi sidang kode etik.

“Jangan lupa senjata adalah milik saudara (Rakyat) bukan milik Polisi. Anggota hanya dipinjamkan untuk sementara waktu dengan tujuan untuk melindung rakyatnya, bukan untuk memakan rakyatnya sendiri. Kalau Polisi yang menggunakan senjatanya dan memukul pemiliknya adalah Polisi yang memang sangat tidak profesional dalam tugasnya,” demikian Theo Hesegem.

Berikut tanggapan beberapa Facebooker terhadap pembunuhan Edison Hesegem.

@Yukemdi Peduli Aids Jayawijaya : Turut berduka cita atas meninggalnya Ade kekasih Hesegem. Satu lagi jatuh di tangan orang tidak bertanggung jawab. Kami sangat menyesalkan perbuatan biadab ini. Para pelaku adalah orang terdidik tapi perilakunya seperti orang tidak normal alias gila. Tuhan Hakim yang Adil akan menghukum para pelaku.

@Rini Maghi : Turut berduka cita yang mendalam, pak Theo. Semoga Edison dapat pengampunan dan tempat yang layak bersama para Kudus di surga. Dan semoga para pembunuh itu dapat hukuman berat. Semoga keadilan dapat ditegakkan di tanah Papua.

@Papua Dventure : Turut berduka cita atas kepergian Generasi Papua.

@Yenius Yare : Kk sayg km keluarga turut berduka atas musiba do keluarga inI. Kk tindak lnyutnya bgimn wa.

@Vitor Da Costa Pinto : Turut berduka cita bung Theo , keluarga yang ditingalkan diberikan ketabahan.

@Fredy Pawika : Tindakan demikian kapan papua mau damai? Sedih hanya menambah daftar panjang kebencian rakyat terhadap pelayanan publik demikian.

@Say Bripka : Ado kk syg an bersama keluarga turut berduka.lanjutkan prosesnya deadil,adilnya slm hormat wa.

Sampai berita ini ditulis, Tribun-Arafura.com belum mengonfirmasi pihak Polda Papua soal kelanjutan kasus ini.[TA]

Iklan